HUBUNGAN PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI PUBERTAS
Kata Kunci:
peran guru, pendidikan kesehatan reproduksi, pubertasAbstrak
ABSTRACT
Nearly 85% of primary secondary schools said that they did not teach reproductive health, including knowledge about puberty preparation. This causes teenagers to seek information about puberty from the wrong sources. Therefore, the teacher's role in providing information about puberty is very important. This study aims to find out the teacher's role in teaching reproductive health and adolescent feelings about puberty at AlFattah Private Middle School Medan in 2023. This study uses a quantitative correlation design that uses a time cross-sectional approach. This study collected a total of 61 students from class IX A and B. The purpose of Chi-square data analysis was to find a relationship. Of the 61 people surveyed, 29 people (47.5%) had the most teacher roles in the middle category, and 33 people (54.1%) had the most youthful attitudes. At Al-Fattah Private Middle School in Medan in 2023, there is a significant relationship between the teacher's role in reproductive health education and adolescent attitudes towards puberty. The results of the chi square test showed a value of 2 at 11,782 with a p value of 0.009. The significance level was 5%, and the p value < 0.05.
Keyword : teacher role; reproductive health education; puberty
ABSTRAK
Hampir 85% sekolah menengah dasar mengatakan bahwa mereka tidak mengajarkan kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan tentang persiapan pubertas. Ini menyebabkan remaja mencari informasi tentang pubertas dari sumber yang salah. Oleh karena itu, peran guru dalam memberikan informasi tentang pubertas sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengajarkan kesehatan reproduksi dan perasaan remaja tentang pubertas di SMP Swasta Al-Fattah Medan tahun 2023. Studi ini menggunakan desain korelasi kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional waktu. Penelitian ini mengumpulkan total 61 siswa dari kelas IX A dan B. Tujuan analisis data Chi-square adalah untuk menemukan hubungan. Dari 61 orang yang disurvei, 29 orang (47.5%) memiliki peran guru yang paling banyak di kategori menengah, dan 33 orang (54,1%) memiliki sikap yang paling remaja. Di SMP Swasta AlFattah Medan pada tahun 2023, ada hubungan yang signifikan antara peran guru dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan sikap remaja terhadap pubertas. Hasil tes chi square menunjukkan nilai 2 pada 11.782 dengan nilai p 0,009. Tingkat signifikansi adalah 5%, dan nilai p <0,05.
Kata kunci : peran guru; pendidikan kesehatan reproduksi; pubertas
Referensi
Arikunto, S, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Rineka Cipta: Jakarta.
Azwar, 2009. Sikap Manusia Teori dan Pengukuranya. Pustaka Pelajar Offset: Yogyakarta
BKKBN, 2021. Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Resiko Perkawinan Dini Pada Kehamilan dan Proses Persalinan. Available from www.bkkbn.co.id [Accesed 26 February 2023].
Darmini, 2008. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Kemampuan Penyelesaian Masalah Tidak Diinginkan pada Mahasiswa Kebidanan Bengkulu. Available from www.idai.or.id. [Acesed 6 November 2012].
Dianawati, 2008. The 2nd Adolecent Health National Symposia : Current Challenges in Management. IDAI:Jakarta.
Dhamayanti, M. 2010. Overview Adolecent Health Problems and Services. Available from www.idai.or.id. [Acesed 6 November 2012].
Endarto, Y, 2009. Hubungn Tingkat Pengetahuan Reproduksi dengan Perilaku Seksual pada Remaja di SMK Negeri 4 Yogyakarta, Dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKES Surya Global Yogyakarta. Available from http://www.skripsistikes.wordpress.com [Accesed 26 Maret 2023].
Goel, M. K&Mittal, K, 2011. Pycho-Social Behaviour of Uraban Indian Adolecent Girls During Menstruation. Australasian Medical Jurnal, April (1), vol.49-52.
Gunawan, E, 2009. Pentingnya Konseling Bagi Remaja. Available from: [Accesed 19 March 2023].
Notoatmodjo, 2006. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan I. Rineka Cipta: Jakarta.
Permata, S. 2003. Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi, Kehamilan dan Keluarga Berencana di Kota Bengkulu. UNB: Bengkulu.
Rao, R., Lena, A., Nair, NS., Kamath, V&Kamath A (2008), Effectifveness of reproductive health education among rural adolecent girls : A School based intervention study in Udupi Taluk, Karnataka. India Jurnal of Medician Science, 62: 439-443.
Sarwono, S., 2007, Sosiologi Kesehatan Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya. Gajah Mada University Press: Yogyakarta
Pratamasari, S, 2009. Menstruasi Dengan Kesiapan Remaja Putri Usia Pubertas Menghadapi Menarche. Available from: http://diglilib.unimus.ac.id [Accesed 26 Marc 2023].
Widyastuti, Yani, dkk, 2009, Kesehatan Reproduksi, cetakan I, Fitramaya : Yogyakarta.