HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP & ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA REMAJA PUTRI

Penulis

  • Yusmalia Hidayati Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Wiwiek Elsada Nainggolan Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Ria Fazelita Br Gultom Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Fitri Khoiriyah Universitas Satya Terra Bhinneka

Kata Kunci:

Pengetahuan, Sikap, Asupan Zat Besi, Remaja Putri, Anemia Defisiensi Besi

Abstrak

ABSTRACT

Iron Deficiency Anemia (IDA) affects more than 30% of the world's population, most of them live in tropical areas. Adolescent girls are one of the age groups that are very vulnerable to IDA. One factor that is still the mains cause of iron deficiency is poor food intake. This nutritional deficiency condition which not deal can lead to IDA. The purpose is to determine the relationship between knowledge, attitude and intake of iron with the incidence of IDA. This research was analytics survey research with a case-control design, the research sample were young women aged 13-14 years as many as 79 respondents (33 cases and 46 controls). The instruments used in this research are the Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) & Hemoglobin Quick Check Merk Easy Touch. The average age of respondents in the case group was 13.72 ± 0.457 and the average age of respondents in the control group was 13.43 ± 0.500. The average Body Mass Index (BMI) of respondents in the case group was 19.79 ± 1.184. The average body mass index for the control group was 20.09 ± 1.323. There is no significant relationship between knowledge (p=1,000) and attitude (p=1,000) with iron deficiency anemia . There is a significant relationship between iron intake (p=0.006) with the incidence of iron deficiency anemia. There is a relationship between iron intake with the incidence of iron deficiency anemia in adolescents girl in Namorambe Primary Health Care Working Area, Medan City.

Keyword : knowledge; behavior; iron intake; teenage girl; iron deficiency anaemia

 

ABSTRAK

Anemia Defisiensi Besi (ADB) memengaruhi lebih dari 30% penduduk di dunia dan sebagian besar tinggal di daerah tropis. Remaja putri merupakan salah satu kelompok usia yang sangat rentan terhadap kejadian ADB. Salah satu faktor yang masih menjadi penyebab utama defisiensi besi adalah asupan makanan yang buruk. Kondisi defisiensi gizi ini jika tidak ditanggulangi dapat berujung pada ADB. Tujuan penelitian adalah ntuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan asupan zat besi dengan kejadian ADB. Metode penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain case-control, sampel penelitian yaitu remaja putri rentang usia 13-14 tahun sebanyak 79 responden (33 kasus dan 46 kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan Quick Check Hemoglobin Merk Easy Touch. Hasil penelitian rata-rata umur responden pada kelompok kasus adalah 13,72±0,457 dan rata-rata umur responden kelompok kontrol adalah 13,43±0,500. Rata-rata Indeks Massa Tubuh (IMT) responden pada kelompok kasus adalah 19,79±1,184. Rata-rata indeks massa tubuh kelompok kontrol adalah 20,09±1,323. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=1,000) dan sikap (p=1,000) dengan kejadian anemia defisiensi besi. Terdapat hubungan bermakna antara asupan zat besi (p=0,006) dengan kejadian anemia defisiensi besi; Maka terdapat hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Namorambe, Kota Medan.

Kata kunci : Pengetahuan; Sikap; Asupan Zat Besi; Remaja Putri; Anemia Defisiensi Besi

Referensi

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan Kinerja Kementrian Kesehatan Tahun 2020.

Dinas Kesehatan Kota Medan. (2019). Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Lap. Tah. 2018, pp. 135–136

Martini. (2015). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Man 1 Metro,” J. Kesehat. Metro Sai Wawai, vol. VIII, no. 1, pp. 1–7

P. D. S. Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan, Cet. 3. Jakarta: Rineka Cipta.

T. Wulandari. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK N 4 Padang Tahun 2017. Anal. Standar Pelayanan Minimal Pada Instal. Rawat Jalan di RSUD Kota Semarang, vol. 3, pp. 103–111.

N. Nurhayati, A. L. Perdani, and E. Trismiyana. (2019). Iron Deficiency Anemia and Current State of Knowledge Among Adolescent Girls, Lampung-Indonesia. Malahayati Int. J. Nurs. Heal. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 20–24. doi: 10.33024/minh.v2i1.878.

N. R. Harahap. (2018). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Nurs. Arts, vol. 12, no. 2, pp. 78–90. doi: 10.36741/jna.v12i2.78.

J. P. Wirth et al. (2018). Micronutrient deficiencies, over-and undernutrition, and their contribution to anemia in azerbaijani preschool children and non-pregnant women of reproductive age. Nutrients, vol. 10, no. 10. doi: 10.3390/nu10101483.

D. Nelima. (2015). Prevalence and Determinants of Anaemia among Adolescent Girls in Secondary Schools in Yala Division Siaya District, Kenya. Univers. J. Food Nutr. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 1–9, Feb. doi: 10.13189/UJFNS.2015.030101.

J. A. Fulkerson. (2018). Fast food in the diet: Implications and solutions for families. Physiol. Behav., vol. 193, no. October 2017, pp. 252–256, doi: 10.1016/j.physbeh.2018.04.005.

A. Apriningsih, S. Madanijah, C. M. Dwiriani, and R. Kolopaking. (2019). Peranan Orang-Tua Dalam Meningkatkan Kepatuhan Siswi Minum Tablet Zat Besi Folat Di Kota-Depok. Gizi Indones., vol. 42, no. 2, p. 71. doi: 10.36457/gizindo.v42i2.459.

V. Pop, C. Burz, and A. Cismaru. (2018). Iron Deficiency Anemia. 2018, doi: 10.5772/intechopen.80940.

S. Tayel D. and Ezzat. (2015). Anemia and Its Associated Factors among Adolescents in Alexandria, Egypt. International Journal of Health Sciences and Research.

J. P. Greer et al. (2019). Wintrobe’s Clinical Hematology, 14th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer.

D. Briawan. (2014). Anemia : Masalah Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: EGC, 2014.

L. K. Mahan, S. Escott-Stump, and J. L. Raymond. (2012). Krause ’ s Food and the Nutrition Care Process, 13th ed. USA: Elsevier.

H. Alaofe, J. Zee, and T. O’Brien. (2017)Dietary Iron and Iron Deficiency Anemia among Adolescents Girls from Benin. vol. 55, no. 3. doi: https://doi.org/10.1016/j.respe.2017.01.030.

R. S. Madhari et al. (2020). High dietary micronutrient inadequacy in peri-urban school children from a district in South India: Potential for staple food fortification and nutrient supplementation,” Matern. Child Nutr., vol. 16, no. S3, pp. 1–14. doi: 10.1111/mcn.13065.

D. L. Sekhar, L. E. Murray-Kolb, A. R. Kunselman, and I. M. Paul. (2015). Identifying factors predicting iron deficiency in United States adolescent females using the ferritin and the body iron models,” Clin. Nutr. ESPEN, vol. 10, no. 3, pp. e118–e123. doi: 10.1016/j.clnesp.2015.03.001.

H. P. Sari, E. Dardjito, D. Anandari, F. I. Kesehatan, and U. Jenderal. (2016). Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di Wilayah Kabupaten Banyumas,” pp. 16–31.

World Health Organization. (2020). WHO Guideline O Use of Ferritin Concentrations to Assess Iron Status in Individuals and Populations.

K. Pibriyanti, L. Zahro, and H. Nabawiyah. (2021). Relationship between micronutrient and anemia incidence in adolencents at Islamic boarding school. J. Gizi dan Diet. Indones. (Indonesian J. Nutr. Diet., vol. 8, no. 3, pp. 130–135, Sep. doi: 10.21927/IJND.2020.8(3).130-135.

K. Kaushansky et al. (2016). Williams Hematology, 9th ed. New: Mc Graw Hill Education. doi: 10.1038/npg.els.0006094.

J. E. Hall and A. C. Guyton. (2011) Guyton and Hall : Textbook of Medical Physiology, 12th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier.

Hardinsyah dan Supariasa. (2014). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

M. Tesfaye, T. Yemane, W. Adisu, Y. Asres, and L. Gedefaw. (2015). Anemia and iron deficiency among school adolescents: burden, severity, and determinant factors in southwest Ethiopia,” Adolesc. Health. Med. Ther., vol. 6, p. 189, Dec. doi: 10.2147/AHMT.S94865.

E. Oktalina. (2011). Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMAN 1 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2011,” Fak. Kesehat. Masy. Univ. Indones., pp. 1–60.

P. Dieniyah, M. M. Sari, and I. Avianti. (2019). Di SMK Analisis Kimia Nusa Bangsa Kota Bogor Tahun 2018,” J. Kesehat. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 151–158.

A. Listiana. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di SMKN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah. J. Kesehat. vol. 7, no. 3, p. 455. doi: 10.26630/jk.v7i3.230.

A. Ahdiah, F. H. F, and Istiana. 2018. Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Pgri 4 Banjarmasin. Homeostasis. vol. 1, no. 1, pp. 9–14.

M. Sabrina. (2008). Mengenal dan Memahami berbagai Gangguan Kesehatan Anak. Yogjakarta: Katahati.

E. Y. Handayani and H. Sepduwiana. (2019). Hubungan Pengetahuan Remaja dan Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 02 Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu,” J. Martenity Neonatal, pp. 466–474.

J. Jaswadi. (2020). Hubungan Sikap Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Di SMAN 9 Mataram. JISIP (Jurnal Ilmu Sos. dan Pendidikan). vol. 4, no. 3, pp. 12–15, 2020, doi: 10.36312/jisip.v4i3.1144.

Arisman. (2010). Buku Ajar Ilmu Gizi Edisi 2 - Gizi Dalam Daur Kehidupan.

Kementrian Kesehatan RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. in Αγαη, vol. 8, no. 5. Jakarta. p. 55.

Unduhan

Diterbitkan

21-08-2023

Cara Mengutip

Yusmalia Hidayati, Wiwiek Elsada Nainggolan, Ria Fazelita Br Gultom, & Fitri Khoiriyah. (2023). HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP & ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA REMAJA PUTRI. Midwifery : Jurnal Kebidanan Dan Sains, 1(2), 52–59. Diambil dari https://ejournal.ypayb.or.id/index.php/midwifery/article/view/9