EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE

Penulis

  • Fitri Khoiriyah Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Ria Fazelita Br Gultom Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Wiwiek Elsada Nainggolan Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Yusmalia Hidayati Universitas Satya Terra Bhinneka

Kata Kunci:

Konseling KB, Pengetahuan

Abstrak

ABSTRACT

Indonesia is a developing country with a population of 258,704,986 people, with an area of 1,922,570 km2 and will continue to increase until 2035 of 305.6 million people. The problem in Indonesia is the relatively high rate of population growth. The population growth rate is 1.49%. Efforts to suppress the population by promoting the Family Planning (KB) program. The high birth rate is the main reason for the need for family planning services. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of decision-making aids (ABPK) in KIP/K towards changes in the behavior of PUS in choosing IUD contraception in Sudirejo Village, the working area of the Namorambe Health Center in 2023. The type of research used was the Pre-Experimental research method with a Static design. Group Comparison where in this research design there is an experimental group and a control group. The population in this study were 72 women of childbearing age who were divided into two groups, each group containing 36 respondents. Data collection used a questionnaire and was analyzed using the Mann Whitney test. The results showed that there were differences in knowledge, attitudes, and actions between the control and experimental groups with each significance value p<0.000, p<0.001, p<0.001. This means that ABPK counseling is effective in increasing knowledge, attitudes and actions of PUS women in choosing IUD contraception.

Keyword : ABPK Family Planning Counseling, PUS, Knowledge

 

ABSTRAK

Indonesia merupakan sebuah negara berkembang dengan jumlah penduduk sebanyak 258.704.986 jiwa, dengan luas wilayah 1.922.570 km2 dan akan terus meningkat hingga tahun 2035 sebesar 305,6 juta jiwa. Masalah yang terdapat di Indonesia adalah laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49%. Upaya Menekan jumlah penduduk dengan menggalakan program Keluarga Berencana (KB). Tingginya angka kelahiran merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas penggunaan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) dalam KIP/K terhadap perubahan perilaku PUS dalam pemilihan kontrasepsi IUD di Desa Sudirejo wilayah kerja puskesmas Namorambe tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Pra- Eksperimental dengan rancangan Static Group Comparison dimana dalam desain penelitian ini terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini sebanyak 72 wanita PUS yang dibagi dalam dua kelompok, masing-masing kelompok berisi 36 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan pengetahuan,sikap, dan tindakan antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan masing-masing nilai signifikasi p<0,000, p<0,001, p<0,001. Hal ini berarti konseling ABPK efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan wanita PUS dalam pemilihan kontrasepsi IUD.

Kata kunci : Konseling KB ABPK, PUS, Pengetahuan

Referensi

Arikunto. (2012). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

BKKBN. (2005). Modul Pelatihan Penggunaan ABPK dalam KIP/Konseling KB bagi Provider. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

BKKBN. (2014). Laporan Kinerja BKKBN. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

BKKBN. (2016). Laporan Kinerja BKKBN. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Dinkes Prov. Sumatera Utara. (2016). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Handayani, S. (2017). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka Rihama

Herlyssa, dkk. (2014). Penggunaan WHO WHEEL CRITERIA Dan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Dalam Pemilihan Kontrasepsi Pasca Persalinan. Jakarta.

Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Mulyani, N dan M Rinawati. (2015). Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Unduhan

Diterbitkan

21-08-2023

Cara Mengutip

Fitri Khoiriyah, Ria Fazelita Br Gultom, Wiwiek Elsada Nainggolan, & Yusmalia Hidayati. (2023). EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP PENGETAHUAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE. Midwifery : Jurnal Kebidanan Dan Sains, 1(2), 60–64. Diambil dari https://ejournal.ypayb.or.id/index.php/midwifery/article/view/10